Tips dan Trik Cara Pengendalian Berbagai Macam Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kelapa Sawit


Trik Tryo - Setiap Budidaya Tanaman baik itu perkebunan dan pertanian, pasti tidak terlepas dari hal yang bernaman Hama, namun setiap hama memiliki karakteristik dan pengendalian yang berbeda-beda, ada yang bisa langsung di kendalikan/diberantas ada juga yang dalam proses pengendalian terbilang lama.

Kali ini Trik Tryo akan membagikan Tips dan Trik Cara Pengendalian Berbagai Macam Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kelapa Sawit yang telah jitu dalam  pelaksanaanya, yang merupakan hasil dari Riset dan Pengembangan TIM ahli di bagian Hama dan Penyakit Kelapa Sawit.

Tanpa berpanjang lebar, bacalah sampai habis tentang Tips dan Trik Cara Pengendalian Berbagai Macam Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kelapa Sawit : 

A.  Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros )
Kumbang Tanduk
1.  Jenis Kumbang
•    Jenis kumbang yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah jenis Xylotropes gideon, Oryctes sp dan Scapanes australis.  Serangan Oryctes pada tanaman TBM dapat menyebabkan kematian tanaman.

2.  Cara Penanganan 
 •  Penanaman LCC
Pada areal pembukaan baru, bilamana terdapat bekas batang kelapa sawit atau karet atau tanaman lain yang ditinggalkan di lokasi, maka harus diusahakan memelihara tumbuhan LCC yang rapat   menutupi rumpukan. Hindari tempat berkembangnya Oryctes antara lain : timbunan sampah, serbuk gergaji, janjang kosong, atau bahan organik lainnya.

•   Pemberian Carbofuran
Pada tanaman TBM diberikan 3 gram per pohon pada bulan 3, 4, 5 dan 6 sejak tanam.  Pemberian pada tahap berikutnya dilakukan setiap 2 bulan tergantung kepada tingkat serangan.

Pada tanaman TM diberikan 5 gram per pohon dengan rotasi 1 minggu sekali jika serangan sedang (3 - 6 pohon/ha) dan serangan berat (> 6 pohon per ha).

•   Penangkapan dengan Feromon Trap
Jika serangan sedang – berat  pada tanaman TBM dan TM  pada saat siklus imago diperangkap menggunakan sex feromon dengan proporsi pemasangan 1 perangkap untuk 4 hektar.  Penggantian feromon dilakukan setiap 2 bulan, setelah itu dievaluasi lagi untuk pemasangan sex feromon pada tahap berikutnya.

•   Penggunaan Biologi Control
Penanganan dengan menggunakan bahan yang berbasis biologis seperti Metharizium dapat dipertimbangkan setelah melalui kajian yang serius.

•   Kultur Teknis
Pada areal TBM atau TM yang terdapat timbunan bahan organik seperti JJK, Fiber harus serak secara merata dan tipis.

Baca juga : Tips dan Trik Menanam Jagung Dengan Metode Tanpa Olah Tanah

B.  Ngengat Janjang (Tirathaba mundella)
Ngengat Janjang
1.   Tingkat Serangan
Larvanya   akan   memakan   janjang   buah   sehingga   menyebabkan   kegagalan tumbuhnya inti sawit dan penampilan janjang jelek karena deposit dari kotorannya yang berwarna coklat kemerahan. Serangan berat biasanya terjadi pada kondisi sanitasi  yang  tidak  bersih,  khususnya  pada  tanaman  muda  yang  baru  belajar berbuah.

2.  Cara Penanganan

Lakukan lagi satu kali sanitasi tambahan sebagai alat pengendalian. Untuk menetapkan tingkat serangan, harus dilakukan sensus.

Pengendalian secara khemis dengan memakai Thiodan 35 EC atau Clorpiryphos dengan konsentrasi 0.15 - 0.20 % dengan volume 90 – 100 cc larutan per pohon. Pengendalian biologis dengan mempergunakan Bacillus thuringiensis dapat dipertimbangkan setelah melalui kajian yang serius.


C.   Ulat (Caterpillars)
Ulat Api
Ulat Api (Setora nitens, Darna trima, Thosea asigna, Thosea. bisura) Ulat Bulu (Dasychira mendosa, Laelia venosa)

1.  Tingkat Serangan, Siklus dan Sistem Deteksi - Sensus
Tingkat  serangan,  siklus  dan  sistem  deteksi  harus  melalui  sensus  yang  dapat dipertanggung jawabkan hasilnya.

2.  Cara Penanganan Secara Mekanis
Penanganan secara mekanis pada tanaman TBM dan TM dilakukan dengan cara :

Pada  fase  imago  dilakukan  tindakan  light  trap  dengan  menggunakan  lampu Petromak dan ember berisi air sabun   dengan jarak pemasangan setiap 250 m. Pemasangan dilakukan pada malam hari (19.00 – 24.00 WIB) dan dilakukan perpindahan tempat  pada setiap hari.

Pada fase pupa dilakukan pengendalian dengan cara pengutipan di ketiak, piringan dan gawangan mati.

Pada fase larva pada tingkat serangan ringan dan sempit (< 10 ha) pada tanaman
TBM dapat dilakukan dengan hand picking

3.  Cara Penanganan Secara Kimia
Pengendalian pada fase larva pada tanaman TBM dilakukan dengan menggunakan insektisida  piretroid  sintetic  dengan  dosis  1  -  3  cc  per  liter  air    (alat  aplikasi knapsack sprayer atau mist blower).

Pengendalian pada fase larva pada tanaman TM  dilakukan dengan menggunakan insektisida piretroid sintetik seperti Cypermetrin, Lamda Cyhalotryn dengan dosis
150 - 250 cc per ha dengan  menggunakan Fogging.

4. Cara Penanganan Secara Biologis
Pengendalian pada fase larva pada tanaman TBM   menggunakan bahan biologis seperti virus  dengan dosis 3 - 5 gram per liter air (alat aplikasi knapsack sprayer dan mist blower).

Pengendalian  pada  fase  larva  pada  tanaman  TM    menggunakan  bahan  bilogis seperti virus  dengan dosis 300 - 400 gram per liter air (alat aplikasi Fogging K 22
BIO)

Penggunaan berbahan biologis lain seperti Baccillus thuringiensis dapat dipertimbangkan, setelah melalui kajian yang serius.

5. Cara Penanganan Kultur Teknis
Mempertahankan  kerapatan  gulma  terutama  gulma  lunak  (golongan  A  dan  B)
dengan cara pengendalian gulma secara efektif dan efisien.

Menanam beberapa jenis gulma berguna seperi Turnera subulata , Casiatora

Casiatora


Turnera subulata
Baca Juga : Kenali Penyebab Bibit Kelapa Sawit Afkir dan Cara Pencegahannya

D. Ulat Kantong (Metisa plana, Crematopsyche pendula, Mahasena corbetti)

Ulat Kantong
1.   Tingkat Serangan, Siklus dan Sistem Deteksi - Sensus
Tingkat  serangan,  siklus  dan  Sistem  deteksi,  harus  melalui  sensus  yang  dapat dipertanggung jawabkan hasilnya.

2.  Cara Penanganan Secara Mekanis
Penanganan secara mekanis pada tanaman TBM dan TM dilakukan dengan cara :

Pada fase imago dilakukan tindakan light trap dengan menggunakan lampu petromak dan ember berisi air sabun   dengan jarak pemasangan setiap 250 m.   Pemasangan dilakukan pada malam hari (19.00 – 24.00 WIB) dan dilakukan perpindahan tempat pada setiap hari.

Pada fase pupa dilakukan pengendalian dengan cara pengutipan di ketiak, piringan dan gawangan mati.

Fase larva pada tingkat serangan ringan dan sempit (< 10 ha) pada tanaman TBM dapat dilakukan dengan hand picking.

3.  Cara Penanganan Secara Kimia
Pengendalian pada fase larva pada tanaman TBM dilakukan dengan menggunakan insektisida sistemik  dengan dosis 3 - 4 cc per liter air (alat aplikasi knapsack sprayer atau mist blower).

Pengendalian pada fase larva pada tanaman TM   dilakukan dengan menggunakan insektisida sistemik dengan cara injeksi batang dengan dosis 10 – 20 cc/pohon.

4.  Cara Penanganan Kultur Teknis
Mempertahankan kerapatan gulma terutama gulma lunak (golongan A dan B) dengan cara pengendalian gulma secara efektif dan efisien.

Menanam beberapa jenis gulma berguna seperi Turnera subulata , Casiatora

Pengendalian ulat kantong harus memerlukan penangaan yang lebih serius untuk itu agar segera melapokan ke bagian Riset jika terdapat serangan pada skala luas.

JANGAN    MELAKUKAN      PENYEMPROTAN      INSEKTISIDA      SECARA SEMBARANGAN.

Baca Juga : Metode Pembuatan Land Aplication (LA) Pada Perkebunan Kelapa Sawit

E.  Tikus (Rattus argentiventer, R. tiomanicus)
Tikus
1.   Tingkat Serangan
Tikus dapat menyerang pada masa TBM yang dapat menimbulkan kematian tanaman. Serangan pada tanaman TM terutama pada buah dapat menyebabkan berkurangnya kandungan mesocarp namun demikian pada tingkat serangan yang berat tikus dapat menyerang bunga (jantan dan betina).

2.   Cara Penanganan
●   Pemasangan Umpan Pada Saat Tanam
Pada saat tanam diberikan umpan tikus sebanyak 2 butir per pohon yang di tempatkan di piringan.     Pemberian tanda khusus (potongan pelepah) disamping umpan perlu diberikan.

●   Pemasangan Umpan Pada Tanaman TBM
Pada tingkat serangan rendah (< 2%)   dan bila kerusakan sawit telah diketahui lokasinya (terlokalisasi), maka pemasangan umpan secara setempat sekitar daerah yang dirusak.

Pada tingkat serangan tikus sedang 2 - 10 % maka aplikasi harus dilakukan pada seluruh tanaman dalam blok.    Aplikasi dapat diulangi dengan dengan interval 1 atau 3 bulan tergantung dari hasil sensus.

Pada tingkat serangan sangat berat > 10% pemberian umpan dilakukan dengan sistem beruntun (pemberian secara menyeluruh atau beberapa rotasi) sampai pemberian dihentikan jika umpan yang termakan < 20%.  Penggantian umpan tidak lebih dari 5 hari.

Pemberian  umpan  tikus  pada  tanaman  TBM  diletakkan     di  piringan  yang menghadap ke pasar pikul.  Pemberian tanda khusus (potongan pelepah) disamping umpan perlu diberikan.

●   Pemasangan Umpan Pada Tanaman TM
Pada tingkat serangan rendah (< 2%)  dan bilamana kerusakan buah telah diketahui lokasinya (terlokalisasi), maka pemasangan umpan secara setempat sekitar pohon yang diserang.

Pada tingkat serangan tikus sedang 2 - 10 % maka aplikasi harus dilakukan pada seluruh tanaman dalam blok.    Aplikasi dapat diulangi dengan dengan interval 1 atau 3 bulan tergantung dari hasil sensus.

Pada tingkat serangan sangat berat > 10% pemberian umpan dilakukan dengan sistem beruntun (pemberian secara menyeluruh atau beberapa rotasi) sampai pemberian dihentikan jika umpan yang termakan < 20%.  Penggantian umpan tidak lebih dari 5 hari.

Pemberian umpan tikus pada tanaman TM diletakkan  di piringan yang menghadap ke pasar pikul.  Pemberian tanda khusus (potongan pelepah) disamping umpan perlu diberikan.

Baca Juga : Tips Jitu Menjadi Petani Sukses

F. Rayap (Macrotermes dan Coptortermes)
Rayap
1.  Tingkat Serangan, Siklus dan Sistem Deteksi - Sensus
Tingkat  serangan,  siklus  dan  Sistem  deteksi,  harus  melalui  sensus  yang  dapat dipertanggung jawabkan hasilnya.

2.  Cara Penanganan
Pengendalian serangan rayap Macrotermes dilakukan dengan cara :
●   Membongkar gundukan tanah yang sering menjadi tempat awal munculnya rayap
●   Menyemprot dengan menggunakan bahan aktif Fipronil 50 SC dengan konsentrasi 0.4 % dengan volume semprot 3 - 5 liter per pohon.
●   Tandai dengan cat kuning (tgl / bulan aplikasi) pada pohon yang telah disemprot.
●   Ulangi penyemprotan dilakukan jika rayap belum mati.

Pengendalian serangan rayap Coptotermes terutama di areal gambut harus dilakukan dengan cara barrier yaitu 6 pohon disekeliling pohon yang terserang harus disemprot. Cara pengendalian dilakukan dengan cara  :

●     Sanitasi dilakukan pada bagian batang secara bersih
●     Penyemprotan Fipronil 0.4% volume semprot 3 - 5 liter.
●     Beri tanda cat kuning (tgl / bulan aplikasi) pada pohon yang telah disemprot
●     Ulangi penyemprotan 2 - 3 bulan kemudian.

Tanaman yang mati oleh serangan rayap harus dibongkar dan diangkat sampai akarnya. Sebelum dilakukan penyisipan lubang tanam harus disemprot dengan bahan aktif Fipronil 0.4%

Semoga informasi yang di bagikan ini bisa bermanfaat dan terima kasih sudah membaca dan berkunjung ke blog sederhana ini. Kalian juga bisa membaca beberapa Tips dan Trik Seputar Perkebunan dan Pertanian di Blog Webtanibun.

Sumber : http://www.webtanibun.xyz/2018/08/tips-dan-trik-pengendalian-hama-pada.html

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2